Coba Dengarkan AATPSC - Melerai Lara

 

Aku kembali lagi, tulisan terakhir lebih dari setahun lalu. Uh.. lama sekali tidak berjumpa, Saya lama tidak menulis terjawab didalam lagu ini.

Auretté and The Polska Seeking CarnivalMelerai Lara

Aku menemukan lagu ini, sesaat membaca linimasa twitter. Kegiatan malam yang seperti biasanya yang ku lakukan, agar tidak ketinggalan dengan berita dan apa yang baru saja terjadi. Tiba-tiba aku menemukan sebuah retweet-an akun, aku lupa nama akun tersebut.  Ia meretweet sebuah ajakan untuk mengunduh lagu, saya tertarik selain dengan nama band nya dan keunikan judul lagunya sendiri yaitu “Melerai Lara”.

Singkat nada aku mengunduhnya di ripstore, setelah itu ku putar di media player komputer. Intro awal sesaat dimainkan, Saya langsung suka. Mendengarkan lagu ini sampai habis, saya benar-benar merasa seperti kosong. Entah, lagu ini membuat nya seperti itu. Seperti biasa setelah mendengarkan lagu bagus, saya mencari info band tersebut. Ternyata berasal dari Jogja. Satu kata sih, brengsek. Selama hampir 5 tahun hidup di Jogja, saya melewatkan band ini. Sekarang saya di Samarinda, entah kapan bisa mendengarkan lagu seperti ini disini.

Aku pun menemukan akun soundcloud dari AATPSC yang menjadi singkatannya, disitu ada deskripsi dari melerai lara. Dan tertulis:

Melerai Lara bercerita tentang seseorang yang tidak bisa menjadi dirinya sendiri. Seseorang yang persona-nya terpenjara. Dunia, tatanan masyarakat, dan norma seringnya mengungkung seseorang, menjerat persona dalam lara, buntutnya seseorang tersebut tak dapat menunjukkan siapa dirinya yang sebenarnya.

Problem lagu ini sama seperti yang ingin aku pecahin, mencari jati diri. Disaat orang lain seusia ku sibuk dengan ingin menikah muda. Aku masih sibuk mencari siapa saya sebenarnya. Sebenarnya aku tidak perlu sibuk untuk memikirkan siapa saya, karena bisa saja aku hidup dengan cara tetap bekerja hingga tua, dan menunggu beberapa tahun untuk menikah, pamer kemesraan, anak lahir pamer anak, tiba masa pensiun dan membesarkan anak. Bukankah hidup seperti itu ? Tapi saya memikirkan hal lain, apa kah hidup hanya seperti itu? Apakah ada pilihan lain. Menjadi orang lain saya masih paham, tapi untuk tidak menjadi bahagia saya harus berbagi dengan siapa?

Begitulah pembicaraan dipikiran saya, terkadang terlalu keras memikirnya. Setelah mendapatkan lagu ini saya menemukan ruang kosong sedikit lega. Lagu ini juga sukses mendukungku untuk berada dibarisan #KangenJogja. Berikut saya persilakan kalian dengar lagu ini.  Atau dapat mengunduhnya disini https://release.ripstore.asia/aatpsc

Begitu juga liriknya:

Melerai Lara

Merona warna-warna merah muda
Terurai indah, merekah dan mempesona
Persona terperangkap dalam sukma
Semayam tersembunyi, terkurung terjerat dalam lara

Jiwa tak senada, dan menghilanglah irama, tak bisa ‘ku melerai lara
Akal mati rasa, taman hati layu juga, tak bisa ‘ku meretas duka.

Persona terperangkap dalam sukma
Semayam tersembunyi, terkurung terjerat dalam lara.

 

 

Terima kasih, Salam dari saya.

Written by utautama
Pendengar Yang Mencoba Bercerita

Leave a Comment